Senin, 27 Juni 2011

High Level Languages and Low Level Languages


Jika berbicara mengenai bahasa pemrograman, maka setidaknya terdapat tiga hal pokok yang sebelumnya harus dipahami, yaitu program, pemrograman, serta bahasa pemrograman. Jika kita artikan, maka ketiga hal tersebut saling terkait. Program adalah suatu perintah atau intruksi yang disusun dan dirangkai sedemikian rupa sehingga menghasilkan output sesuai yang diinginkan si pembuat program, dimana perintah atau intruksi tersebut ditulis dalam suatu bahasa pemrograman. nah, bahasa pemrograman itu sendiri adalah suatu tata cara atau kaidah yang mengatur dalam menulis program. Pemrograman adalah suatu proses menguji dan memperbaiki kumpulan intruksi yang telah dibuat dengan bahasa pemrograman. 

Suatu bahasa pemrograman dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bahasa tingkat tinggi dan bahasa tingkat rendah. Pengelompokkan bahasa pemrograman tersebut yaitu didasarkan pada kemudahan memahami bahasanya, apakah mendekati bahasa manusia, ataukah mendekati bahasa mesin. Bahasa mesin itu sendiri merupakan  kumpulan perintah yang ditulis dengan serangkaian bilangan biner (angka  0 dan 1) yang langsung dapat dibaca oleh komputer. Semakin primitif suatu bahasa pemrograman, maka semakin bahasa tersebut digolongkan kedalam bahasa tingkat rendah.

Python adalah salah satu contoh bahasa tingkat tinggi,  contoh lainnya adalah Pascal, C++, Java, Perl, dan lain  sebagainya. Pada dasarnya,komputer hanya mengerti bahasa mesin, sehingga program yang ditulis dengan bahasa tinggkat tinggi memerlukan proses untuk mengeksekusi dan menerjemahkannya dalam bahasa mesin. Hal inilah yang merupakan kekurangan dari bahasa tingkat tinggi, namun mengingat kemudahan dalam membaca, menulis, mempelajari, serta memperbaiki kesalahannya, maka hal ini menjadi keuntungan bagi bahasa tingkat tinggi.

Berbagai bahasa pemrograman memiliki cara tersendiri dalam mengeksekusi perintah yang ditulis. Proses yang dilakukan untuk mengubah bahasa tingkat tinggi ke bahasa mesin dapat digolongkan menjadi dua cara, yaitu secara interpreter dan compiler. Mungkin dapat dikatakan, suatu program interpreter mengeksekusi perintah dengan cara membacanya perbaris dan kemudian mengeksekusinya, sedangkan untuk program compiler, ia membaca program secara keseluruhan kemudian menerjemahkan dan mengeksekusinya. Contoh bahasa interpreter adalah Python, dan contoh bahasa compiler adalah Fortran.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar